Butoy Fingerboard Community



MEMBACA atau mendengar kata Butoy Fingerboard Community, tentu orang langsung berpikir ini merupakan kumpulan pecinta skateboard mini dari Cina, Jepang atau Korea. Tapi, jangan salah lho, ternyata, mereka merupakan anak-anak muda dari dalam negeri.
Memang, nama komunitas mereka cukup unik. Namun, siapa sangka kalau nama itu diambil dari nama pemilik tempat mereka nongkrong, di kawasan perumahan Harapan Kita, Jalan Melati Raya Blok E7 No. 21. Lokasi itu juga sekaligus merupakan sekretariat serta tempat mereka melakukan berbagai macam aktivitas.
“Butoy, kita ambil dari kepanjangan Bu Toyo. Dia pemilik warung ini, dan kita sering kumpul-kumpul di sini,” imbuh ketua Butoy Fingerboard Community, Dirga Kusmana, kepada TNOL, Rabu (24/11). Menurut Dirga, ia dan teman-temannya yang tergabung dalam Butoy, memang sering kumpul-kumpul di sana. Sang pemilik warung, tak masalah tempatnya menjadi sekretariat asal kegiatan kaum muda ini positif.
Kala itu, mereka sendiri belum memiliki nama komunitas. Ditambah lagi, hanya beberapa orang saja yang bisa memainkan papan skateboard mini tersebut. Berhubung lokasi mereka kumpul tak jauh dari Mal Karawaci, mereka mendapat infomasi mengenai sebuah tempat penjualan mainan anak yang mencari dua orang yang bisa memberikan demo player fingerboard.

Bagi yang berminat, toko mainan akan mengadakan seleksi bagi kalangan umum. Merasa tertantang dan penasaran, membuat mereka ikut seleksi. Tapi tak dinyana, sekumpulan anak-anak yang masih duduk di bangku kuliah dan sekolah menengah atas ini, berhasil lolos dan berhak mendemokan fingerboard saat launching tempat penjualan mainan tersebut.

“Yang lolos saya dan Eka. Dari sana teman-teman melontarkan usulan agar membuat komunitas. Saya terpilih sebagai ketua,” imbuh Dirga. Maka Butoy Fingerboard Community pun resmi berdiri, awal September 2010, dengan anggota sekitar sepuluh orang. Bersama-sama mereka belajar memainkan fingerboard.

Menurut Dirga, untuk menguasai permainan fingerboard hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan. Anggota-anggota Butoy pun, lama-kelamaan semakin mahir mengendalikan papan kecil di jari mereka. Seiring perjalanan waktu, kesukaan mereka terhadap papan mini skateboard itu akhirnya membuat orang-orang di sekitar mereka jadi tertarik.

Anggota mereka semakin bertambah, bahkan sampai ke Jakarta. Terbentuknya komunitas ini, otomatis membuat fingerboard bukan mainan musiman lagi. Melainkan, sebuah permainan yang akan terus dimainkan. Dengan permainan itu pula, kebersamaan mereka jadi makin erat dan semakin erat. Terbukti, mereka sampai mengagendakan kumpul di sekretariat setiap sore.
Untuk menyemangati anggotanya agar terus memainkan fingerboard, sambil juga mencari siapa pemain fingerboard yang terbaik setiap minggunya, maka setiap hari Rabu diadakan kompetisi antar sesama anggota. Selain itu, mereka juga mengumpulkan dana sebesar Rp. 10 ribu setiap minggu.

Dana yang terkumpul dipergunakan untuk menunjang aktivitas mereka, seperti membuat banner nama komunitas, baju komunitas, dan juga membeli alat-alat. Dalam hal mencari alat-alat, mereka tak mengalami kesulitan, karena mudah diperoleh di toko-toko permainan. Rencana ke depan, mereka bermaksud akan membuat sendiri peralatan tersebut. Mereka juga bercita-cita bisa memasarkan perlengkapan fingerboard dengan brand Butoy.

“Setelah kostum jadi, kita kumpul-kumpul dana lagi untuk membuat fingerboard dan perlengkapannya dengan merek Butoy,” ucap Dirga, optimis. Butoy sendiri, meski baru seumur jagung, telah melakukan pertunjukan diberbagai acara. Mulai dari festival, pensi-pensi sekolah, maupun bazar sudah mereka rambah. Salah satunya, pada pertengahan September lalu, mereka mengisi acara dalam Urbanfest di SMAN 5, Tangerang.
Mereka mendemokan permainan fingerboard itu kepada anak-anak SMA, juga kepada pengunjung bazar Tangerang Clothing, serta siswa sekolah Bakti Anindya. Pokoknya, di mana mereka diundang, di situ mereka unjuk kebolehan. Nah, tertarik gabung bersama mereka? Datang langsung aja ke sekretariatnya, di Perumahan Harapan Kita, Jalan Melati Raya Blok E7 No. 21, Tangerang, atau daftar melalui facebook mereka.